Destined To Be Great

Thursday, February 26, 2009

Teori Pegas Bagi Hidup

1 Peter 5 : 6
Therefore humble yourselves [demote, lower yourselves in your own estimation] under the mighty hand of God, that in due time He may exalt you


Ada sebuah pegas disebuah rumah yang besar sekali... Pegas ini diletakkan di sebuah gudang bersama dengan perkakas-perkakas yang lain dirumah tersebut. Hari demi hari dia mulai mengenali semua teman-teman yang ada di dalam gudang tersebut.

Ada Tuan Sapu, yang tiap pagi dan sore diambil oleh sang pemilik untuk membersihkan halaman. Ada juga Nona Ember dan sahabatnya si gayung, disaat matahari akan terbenam sang pemilik rumah mengisi mereka dengan air dan mulai menggunakan untuk menyiram tananam.

Si Pegas merasa bingung karena diletakkan digudang dan dibiarkan saja. Tiap hari sang pemilik Rumah datang, yang dikerjakannya justru menambahi beban bagi si pegas. Dia merasa capek dan tidak berguna. Yang ingin ditunjukkannya adalah melakukan sesuatu yang berguna.

Si Pegas ini walaupun dia tidak mengerti apa yang sedang dilakukan terhadap dirinya dia percaya pemiliknya adalah orang yang baik. Terbukti dia melihat setiap alat-alat yang ada di gudang dipergunakan dengan baik. Semakin hari dia semakin melihat dirinya mendapat beban yang semakin berat, tekanan yang semakin kuat dari beban yang ditanggungnya. Dia semakin tergencet dengan beban-beban tersebut.

Suatu hari sipemilik membawa seorang teman.
"Aku memiliki pegas terbaik yang bisa kamu pergunakan, setiap hari aku melatih kelenturannya dengan memberikan beban-beban yang semakin berat, agar dia bisa melontar dengan baik, dan setelah sekian lama aku memberikan beban, kurasa saat ini adalah waktunya bagi dia untuk dipergunakan"

Ternyata yang mengambil si pegas adalah seorang pemain sirkus. Dan sejak hari itu dia dipergunakan untuk tampil di pertunjukkan sirkus. Dia dipakai si pemain sirkus sebagai alat pelontar di sepatunya sehingga si pemain sirkus bisa meloncat dengan tinggi. Teman-teman si pegas sangat kagum dengan pegas dan mereka senang sekali bahwa si pegas sudah dipakai oleh seorang bintang pertunjukan.

Akhirnya si pegas menemukan bahwa beban-beban dan tekanan yang berat selama ini adalah latihan bagi dirinya supaya di bisa melontar dengan tinggi. Karena semakin dia lentur, semakin dia diberi tekanan, semakin pula dia bisa melontar dengan tinggi semakin tinggi dan sangat tinggi...

Pernahkan dalam hidup, kita merasa bahwa hidup kita semakin berat? Tekanan demi tekanan, masalah demi masalah mendera hidup kita dengan kuatnya.

Atau hal-hal yang sering kali saya dengar ketika sedang mengkonseling orang
"Dulu sebelum saya ikut Tuhan, hidup saya enak, saya santai-santai saja semua berjalan dengan baik. Tetapi mengapa justru ketika saya bersungguh-sungguh dengan Tuhan saya mengalami begitu banyak goncangan. Lebih baik saya tidak mengikut Tuhan kalau begitu"

Atau mungkin seperti saya kadang merasakannya, kadang saya merasa tidak percaya diri dengan kemajuan karir saya jika dibandingkan teman-teman seangkatan saya.
Saya melihat teman saya si A sudah pergi ke Vietnam untuk memimpin sebuah research disana, atau si B sekarang belajar di Cina untuk nantinya memulai bisnis di Indonesia. Dan masih ada lagi yang membuat saya tidak percaya diri. Ketika membandingkan diri dengan mereka saya merasa bahwa saya hanyalah seorang karyawan biasa, dengan gaji yang PAS ( tidak kurang atau lebih).

Tapi jika kita percaya dengan Bapa kita, hal-hal tersebut adalah caranya untuk mendidik dan melatih kita untuk menjadi pegas yang siap untuk dipakai. Kita dan pegas memiliki kesamaan, sadar atau tidak masalah dan tekanan yang kita hadapapi justru akan membuat potensi terbaik keluar dari hidup kita, sama seperti pegas yang makin ditekan akan makin terlontar dengan tinggi.

Sama seperti Yusuf, dimasukkan ke sumur, dijual jadi budak, di fitnah istri potifar, dipenjara di penjara istana, dilupakan oleh orang yang ia tolong... Itu merupakan tekanan bagi pegas kehidupannya... Tetapi saat Tuhan bertindak dalam waktu tidak sampai satu hari dia melontar jauh lebih tinggi dari semua orang-orang disekitarnya, bahkan dia menjadi orang kedua di mesir setelah Firaun...

Karena itu rendahkanlah diri kita di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya ia meninggikan kita pada waktunya.
“The ultimate measure of Man is not where he stands in moments of comfort and convenience, but where he stands at times of challenge and controversy.”
Martin Luther King, Jr. quotes (American Baptist Minister and Civil-Rights Leader. 1929-1968)

Jafeto-percaya-aku-akan-dibawa-tinggi-semakin-tinggi-bersamaMu



Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH
Read More

Monday, February 23, 2009

Mellow lagi... kumat lagi...

I wanna be with you
There`s nothing more to say
There`s nothing else I want more than to feel this way

Ditengah kesibukan dan tiba-tiba moodku menjadi tidak baik, bukanlah hal yang kuharapkan... I wish I can find something to strengthen me...

Huff... Calm down Jaf... Calm down...


Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH
Read More

Moon Prism Make Up

Postingan iseng, jadi inget masa lalu gue dulu tergila-gila dengan komik satu ini... Omigoddddd...
Gue tau abis ini pasti bakal diceng2in deh sama pembaca ( *pasrah mode = on ) But yeaaaa I love this manga so much when Im still young and dangerous...





Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH
Read More

Friday, February 20, 2009

Cerita Laptop dan Nampan

Ephesian.2.10
For we are God's [own] handiwork (His workmanship), recreated in Christ Jesus, [born anew] that we may do those good works which God predestined (planned beforehand) for us [taking paths which He prepared ahead of time], that we should walk in them [living the good life which He prearranged and made ready for us to live]

Ada sebuah Laptop yang tertinggal di rumah seorang petani, laptop tersebut adalah sebuah laptop yang sangat canggih yang dipunyai oleh seorang Pakar komputer handal. Laptop itu tertinggal tanpa disadari pemiliknya. Sehingga dianggap hilang.

Sang petani yang tidak pernah melihat Laptop akhirnya berusaha memanfaatkannya. Dia senang sekali dengan bentuknya yang bagus, casing yang menarik. Lalu dia berpikir,
"Barang ini akan menjadi nampan terbagus dirumahku, yang akan kugunakan untuk menjamu tamu2ku"

Lalu hari berganti hari tugas laptop tersebut di rumah petani itu adalah menjadi nampan kebanggaan keluarga petani, yang dipakai untuk menjamu para tamu kehormatan mereka.... Laptop itu adalah nampan terbaik yang pernah mereka punya...
Laptop yang kasihan...

Jika melihat cerita diatas mungkin kita akan berpikir bahwa sungguh-sungguh sayang sebuah Laptop yang harusnya bisa dipakai untuk membuat program yang canggih, atau untuk mencari informasi-informasi penting di internet ( seperti facebook contohnya hehehehe ) hanya dipakai untuk menjadi nampan disebuah rumah seorang petani.

Tapi jika ingin dijawab dengan jujur mungkin kebanyakan dari kita tidak sadar, ketika kita bangga dengan semua hal yang ada dalam hidup kita, mungkin kita adalah sebuah Laptop yang hanya dipakai sebagai nampan.

Banyak dari kita tidak berani mengeksplore diri kita pada panggilan kita yang sesungguhnya. Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." ( 1 Kor 2 : 9 )

Sekalipun kita adalah nampan yang berguna, selama kita tidak pernah menjadi laptop maka kita adalah pribadi yang menyedihkan. Setiap investasi untuk membuat laptop seperti memori, hardisk, processor, dan lainnya tidak berguna, Ingat yang Tuhan Sediakan bagi orang yang mengasihi dia adalah hal-hal yang mungkin tidak terjangkau mata kita, tidak didengar oleh telinga kita dan bahkan tidak akan timbul dalam hati kita. Supaya kita bisa melihat, mendengar dan mendapatkan yang disediakan Allah itu muncul dalam hati kita tidak ada cara lain, dekatlah dengan Tuhan sang empunya rencana yang besar dalam hidup kita.

Seringkali hal-hal yang kita pikir itu hebat dan besar hanyalah setetes air dari seember yang Tuhan sediakan bagi kita. Karena itu jangan mimpikan yang kecil dan terbatas oleh pemikiran kita. Biarkan Tuhan yang berperkara...

Bless You
Jafeto

Jafeto-percaya-im-destined-to-be-great-lebih-dari-yang-bisa-kulihat-dengar-dan-pikirkan.

Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH
Read More

Thursday, February 19, 2009

Gambar Diri

Gambar diri

Robert Schuller memberikan definisi tentang gambar diri dengan berkata begini:

“You are not what you think you are. You are not what other people think you are. You are what you think other people think you are.”

Terjemahan bebasnya begini:

“Kamu bukanlah apa yang kamu pikir tentang diri kamu. Kamu juga bukanlah apa yang orang lain pikir tentang diri kamu. Kamu adalah apa yang kamu pikir orang lain pikir tentang diri kamu.”

Rasanya mesti dibaca 3-4 kali untuk bisa mengerti maksud beliau ini….

Gambar diri adalah gambaran yang kita bentuk dan kita percayai tentang diri kita. Sekalipun itu adalah hasil dari penilaian diri kita, tetapi penilaian tersebut sangat amat dipengaruhi oleh apa yang kita pikir adalah penilaian orang lain tentang diri kita. Karena itu gambar diri adalah sesuatu yang subyektif (tergantung siapa yang melihat). Mungkin saya melihat diri saya sebagai orang yang payah. Orang lain melihat saya belum tentu demikian. Tapi saya merasa bahwa orang lain melihat saya payah. Penilaian saya tentang diri saya menjadi benar (paling tidak buat saya) karena saya MEMPERCAYAINYA.

Gambar diri mencakup pandangan kita tentang:

s Sifat dan kepribadian kita

s Kemampuan kita

s Kelebihan dan kekurangan diri kita, baik yang menyangkut fisik, kepintaran, dll.

Pandangan-pandangan ini selalu disertai oleh suatu unsur PENILAIAN.

Bagaimana gambar diri terbentuk?

Gambar diri adalah sesuatu yang berkembang dan dinamis. Penyebabnya adalah pengalaman kita dalam berhubungan dengan sesama manusia dan Pencipta kita. Dari sikap dan perlakuan orang lain terhadap kita terbentuklah gambar diri tersebut. Kalau pengalaman tersebut positif, maka terbentuklah gambar diri yang positif. Kalau negatif, terbentuklah gambar diri yang negatif. Tentu ada orang orang tertentu yang adalah pengecualian, tetapi secara umum inilah yang terjadi.

Pengalaman yang membentuk gambar diri:

s Hubungan dengan orang tua
Hubungan dengan orang tua sudah dimulai sewaktu anak masih janin dalam rahim ibunya. Apabila dalam periode tersebut si anak mengalami, umpama, percobaan pengguguran, atau penolakan dari orang tuanya, maka hal tersebut bisa berdampak kepada keadaan kejiwaan anak tersebut setelah dia lahir.
Hubungan dengan orang tua terus berlanjut setelah anak tersebut lahir. Pertanyaan pertanyaan berikut bisa memandu kita:

§ Apakah anda dicintai oleh orang tua?
Seorang anak yang menerima cinta dan kehangatan dari keluarganya akan merasa bahwa dia pantas dicintai. Begitu juga sebaliknya. Kalau anda tidak menerima cinta dari keluarga anda (atau MERASA tidak menerima), maka akan terbentuk suatu gambaran bahwa anda tidak pantas menerima cinta atau dicintai.

§ Apakah anda diterima?
Sewaktu anda berbuat salah atau konyol, apa reaksi orang tua? Apakah mereka bertindak seolah-olah anda bukan anak mereka? Reaksi orang tua memberitahu kita apakah kita diterima apa adanya atau tidak. Kalau reaksi orang tua sifatnya negatif, maka kita bisa mengalami penolakan, sesuatu yang paling menyakitkan dalam hidup manusia. Gambar diri yang negatif akan terbentuk dan kita hidup dengan bolong besar dalam jiwa kita.

§ Apakah anda menerima penghargaan, pujian?
Penghargaan dan pujian dari orang tua berpengaruh besar dalam membentuk gambar diri kita. Kalau yang diterima adalah kritik terus menerus, anda akan merasa tidak berharga dan gagal.

§ ‘Label’ apa yang anda terima?
Kata kata yang dipakai orang tua untuk menilai anak mereka sering kali ‘nempel’ dan diingat terus oleh si anak.
’Payah’
à anak membentuk gambar diri bahwa dia payah.
’Dasar tidak berguna’
à anak akan merasa dia memang tidak berguna.
’Bodoh/malas/berantakan/cengeng’ adalah kata kata yang sering dipakai untuk memberi ‘label’ pada anak.

§ Apa harapan (tuntutan/keinginan) orang tua terhadap anda?
Jika anda mempunyai orang tua yang terlalu menuntut atau standarnya terlalu tinggi, anda akan terbebani dengan tuntutan tersebut. Kalau anda tidak bisa memenuhi hal tersebut, anda boleh jadi akan merasa gagal dan tidak berguna.

s Hubungan dengan saudara kandung
Hubungan dengan saudara kandung, terutama dengan yang lebih tua, juga mempengaruhi pembentukan gambar diri kita. Pada masa kecil, saudara yang lebih tua biasanya menjadi teladan. Penerimaan dan kasih dari saudara kita berpengaruh besar pada kita.
Seringkali dalam satu keluarga ada anak yang dianggap favorit. Anak tersebut menjadi kebanggaan dan pembicaraan keluarga. Anak lain menjadi ‘tersisih’.

s Hubungan dengan teman sekolah dan guru
Pergaulan di sekolah mempunyai pengaruh besar dalam membentuk gambar diri seseorang, terutama di SMP dan SMA. Dalam umur remaja, seseorang mencari identitas diri. Biasanya dia menemukannya dalam kelompok sebaya. Kalau dia tidak diterima, hal ini mempengaruhi gambaran dia akan dirinya. Kalau dia sering menjadi bahan olok olok dan diberi ‘label’ tertentu, semakin rusaklah gambar dirinya.
Prestasi di sekolah berpengaruh dalam membangun gambar diri yang positif. Anak yang nilainya kurang memenuhi syarat atau tidak naik kelas akan membentuk gambar diri yang negatif.
Pandangan guru terhadap dia punya pengaruh yang mirip dengan pandangan orang tuanya.

s Teman sebaya dan masyarakat
Bagaimanakah pandangan masyarakat tentang seorang anak? Di beberapa budaya anak laki dianggap lebih berharga daripada anak wanita. Anak wanita akan merasa dirinya tidak berharga.

s Hubungan dengan TUHAN
Bagaimanakah pengalaman kita dengan Tuhan? Hal ini berpengaruh terhadap gambar diri kita. Pengalaman dengan Tuhan dan kepercayaan seseorang akan Firman-Nya akan mampu menghapuskan gambaran diri yang negatif dan memberikan gambaran diri yang positif.

Apa saja dampak dari gambar diri yang rendah/negatif?

L Kurang percaya diri dalam bergaul à minder/selalu merasa diri kurang dari yang lain

L Tampil berlebihan

L Cemas akan penampilan

L Hanya melihat sisi negatif dari diri sendiri

L Pengalaman negatif lebih diingat-ingat dan berdampak daripada pengalaman positif

L Memandang segala sesuatu dengan negatif

L Sangat sensitif dengan kritik atau segala sesuatu yang menyerupai kritik

L Tidak bisa menerima pujian, penghargaan atau kasih sayang.

L Perfeksionis

L Tidak bisa menerima penolakan yang ‘netral’



Sukirno Tarjadi





Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH
Read More

Wednesday, February 18, 2009

Polisi Indonesia

Whatever may be your task, work at it heartily (from the soul), as [something done] for the Lord and not for men Colossians 3 : 23

Sebuah percakapan tentang Polisi indonesia...

x : Wahhh lo ati2 deh, polisi sekarang sukanya sembunyi-sembunyi tuhhhhh, begitu tau kita melanggar maka langsung dehhhh ditilang...
y : iya nih, parah Polisi mah tukang cari duit di jalan aja dasar...
x : Bukan pelindung tapi malah tukang pemungut uang masyarakat...

Pernah gak sih bayangin image polisi kita? Rasanya dari dulu sampai sekarang kok masih susah ya melihat sesuatu yang bagus darinya. Beda kalo kita nonton film di holywood with NYPD blue atau Film Bolywood rasanya mereka sosok yang profesional dan membela negara dan tugas mereka.

Benerkah tidak berprestasi??? Well masih ingat dengan perkara Dr. Azahari??? Kita mungkin kurang mau melihat dan menghargai apa yang mereka capai. Dan terlalu sibuk dengan acara mencaci mereka...

Tapi postingan singkat pagi ini cuma mau ngomongin Bpk.-Polisi-yang-membuatku-kagum-di-perempatan- Slipi-depan-mall-Taman-Anggrek... Dia dapat apresiasi dari diriku pagi ini. Aku melihat dia begitu antusias dan semangat untuk mengatur perempatan yang sangat ramai disitu... Ya, aku sungguh-sungguh diberkati hari ini melihatnya. Pekerjaan yang dilakukannya dengan antusias dan sungguh-sungguh memberiku semangat untuk bekerja dengan baik hari ini...

Jadi tq buat pak polisi di perempatan yang tadi telah mengatur lalulintas dengan semangat. Tq telah jadi inspirasi untuk bekerja dengan semangat...


Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH
Read More

Wednesday, February 11, 2009

Maaf, Saya Tidak Punya Waktu!!

Efesus 5:16 Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Kalimat di atas bukan hal yang asing, tapi pasti kita sering mendengarnya. Mungkin baru beberapa menit yang lalu ada seseorang yang mengatakannya. Tapi kalimat itu kontra produktif dengan karakter Allah yang selalu punya waktu untuk beraktivitas.
Mungkin sedikit dari kita yang menganalisa, betapa destruktifnya makna dibalik kalimat tersebut. Ketika Rasul Paulus mengatakan agar kita menggunakan waktu yang ada, ia ingin menekankan kita harus bekerja lebih keras dari iblis. Ini lebih berupa perintah daripada sekedar himbauan.
2 Petrus 5:8 mengingatkan kita untuk sadar dan berjaga-jaga, sebab lawan kita, si iblis sedang berkeliling mencari siapa saja yang dapat ditelannya alias ia sedang bekerja keras. Jika Anda tidak punya waktu untuk berjaga-jaga, Anda akan ditelannya.

Pernahkah Anda renungkan bagaimana perasaan Allah ketika kita berkata, "Maaf, saya tidak punya waktu!" Untuk Dia?? Ia juga berkata, "Engkau menyebut Aku Bapa, tapi tidak menghormati Aku. Engkau menyebut Aku Tuhan, tapi tidak melayani Aku. Engkau menyebut Aku sahabat, tapi tidak meyembah Aku. Maaf bila suatu saat engkau bertanya apakah namamu tercantum dalam kitab Kehidupan-Ku, saat itulah Aku akan berkata, ‘Maaf, Aku tidak punya waktu untuk menuliskannya.'" Jelas penyesalan tidak berguna, karena itu selagi masih ada waktu mari kita sediakan waktu untuk Dia.

[repost source]

Behind The Line :

Selama 3 hari ini bener2 diingatkan tentang mempergunakan waktu dengan baik. Sekalipun kesibukanku banyak, bukan berarti aku tidak bisa mengatur waktu dengan baik dan efisien. Ini yang membuatku sadar. Semakin besar kepercayaan, harus semakin pintar juga memanfaatkan waktu dengan baik...
Tuhan kasih hikmat dan kemampuan buat Jaf... AKu pasti bisa...


Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH
Read More

Tuesday, February 10, 2009

SIBUKKKKKKKKKK… SIBUUUUUUKKK… SIBUUUUUUUUKKKKK

Dalam sebuah percakapan :
XX : Jaf ada waktu gak?? Mau minta tolong???
Jaf : Duhhh sibuk, gak punya waktu…

Dalam percakapan yang lainnya lagi :
XXX : Kapan saya bisa konseling ???
Jaf : Wah kapan ya, sori akhir2 ini aku lagi sibuk sekali… Kapan yaaaaaa???

Dalam percakapan melalui YM :
XXXX : Kok nggak pernah update Blognya lagi sih???
Jaf : Sibuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkkk…

Tidak terasa kata sibuk mendominasi kehidupanku akhir-akhir ini. Sehari rasanya kurang dan memang iya sehari rasanya kurang. Rasa tiap bangun pagi sadar atau nggak aku menggerutu "yaaaaa sudah pagi lagi, masih mau bobok" dan rasanya tiap sudah malem "loh kok sudah malam sih, masih banyak yang belum diselesaikan", dan akhirnya sebagai puncaknya aku merasa malas akhir2 ini melakukan apapun. Bahkan mau belanja di Hero yang biasanya menjadi salah satu hiburanku aku sudah tidak sempat lagi… Gak bisa berpikir lagi untuk menulis diblog… Gak bisa lagi menikmati kelas Hip-Hopku… Tidak bisa lagi Fitness… Oh my… apa yang salah denganku akhir2 ini ya???

Jafeto-merasa-sangat-sibuk-pengen-liburan-hiks




Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH
Read More

[ repost ] 7 Jebakan Pikiran Yang Membuat Kita Terlalu Sibuk

Never leave that till to-morrow which you can do to-day. Remember that time is money.
by Benjamin Franklin

Saya sedang duduk di lobby sebuah hotel sementara saya menulis artikel ini. Di sini suasananya hangat dan pemandangannya sangat indah... Di salah satu pojok ruangan tergantung sebuah foto beberapa pria pejuang kemerdekaan, mereka terlihat begitu damai tanpa notebook atau blackberry... sementara saya merasa seolah-olah saya tidak sepenuhnya berada di sini karena komputer dan blackberry saya yang sering berdering di meja. Sepertinya saya sudah merusak suasana yang terbaca lewat foto itu dengan teknologi saya yang mengijinkan saya untuk melakukan 10 hal pada waktu yang bersamaan. Hidup pasti terasa lebih mudah bagi para pria dalam foto itu. Oke, saya tahu itu tidak benar dari membaca sejarah, karena mereka juga mengalami banyak tantangan dan konflik signifikan yang telah memimpin kita kepada kehidupan modern seperti sekarang.

Perbedaannya adalah tingkat kecepatan dari informasi, kecepatan seperti roket ini sekarang harus kita jalani setiap harinya, dan kita sudah melampaui kesibukan normal. Jika saya tidak menyelesaikan 10 hal dalam satu waktu, pasti saya tidak mengerjakan cukup banyak, atau begitulah yang saya pikir, yang merupakan jebakan pikiran, yang salah dan membuat saya tetap sibuk secara berlebihan. Jadi, inilah daftar dari 7 jebakan pemikiran yang membuat kita sibuk gila-gilaan:

Kita perlu merasa diinginkan dan dibutuhkan, dan dengan demikian kita harus siap sedia dan bisa dihubungi sepanjang waktu melalui handphone dan email.
Keinginan untuk menyenangkan orang lain benar-benar adalah sebuah jebakan, apakah Anda bergumul dengan ini? Mengetahui dan memahami jebakan ini barulah setengah dari pertempuran. Saya melalui ini dan bertanya pada diri saya sendiri, "Siapa yang mengendalikan ini?" Jika itu adalah hal yang penting atau fatal, maka mungkin Anda bergumul dengan kecanduan akan persetujuan dan penerimaan orang lain. Carilah informasi tentang ini di internet, karena ada banyak sumber yang dapat membantu Anda.

Kita berkata "ya" terhadap terlalu banyak hal dan kehilangan fokus pada apa yang terbaik. Karena musuh dari yang terbaik adalah yang baik.
Beberapa dari kita terbiasa untuk berkata "ya" terhadap hampir semua hal, "Ya, saya bisa mengerjakannya antara jam 2 sampai jam 3." Yang lain bisa bersikap lebih selektif. Saya sangat menyarankan agar Anda mengenali gaya Anda terlebih dahulu. Kesadaran akan diri sendiri adalah kunci untuk mengatasi jebakan ini. Saya sendiri sedang berada dalam proses melepaskan suatu peran yang saya nikmati, dan saya juga mempunyai kemampuan di dalamnya, intinya itu adalah suatu hal yang baik untuk saya lakukan, hanya bukan yang terbaik. Saya harus memahami kekuatan-kekuatan dan gaya kepemimpinan saya untuk membuat keputusan ini.

Kita berkomitmen secara berlebihan atau mengijinkan orang lain menentukan jadwal kita secara berlebihan.
Berkomitmen secara berlebihan dan mengijinkan orang lain mengatur kita secara berlebihan akan mempunyai konsekuensi yang menghancurkan bagi Anda. Saya tidak peduli jika Anda adalah seseorang yang bertangung jawab atas 1000 orang staff atau 3 orang anak (yang mungkin juga terasa seperti 1000 bawahan bagi Anda), Anda perlu mengendalikan komitmen yang Anda ambil. Ini kembali kepada poin nomor 2 yang saya jelaskan sebelumnya. Berlatihlah untuk mengatakan "tidak", karena itu berarti mempunyai prioritas yang jelas dan juga menyadari sepenuhnya keberadaan Anda di musim kehidupan tertentu saat ini. Saya percaya kita sedang berjalan melalui musim-musim kehidupan dan setiap musim itu membawa tanggung jawab yang berbeda-beda. Anda tidak bisa membandingkan diri Anda sendiri dengan orang lain yang sedang berada di musim yang berbeda dari yang sedang Anda lalui.


Teknologi mengendalikan kita, padahal seharusnya kita yang mengendalikan teknologi.
Fakta bahwa saya tidak bisa mematikan blackberry saya selama saya menulis artikel ini di suasana yang tenang adalah salah satu contoh jebakan yang satu ini. Saya mempunyai seorang teman, yang sepertinya sudah menemukan cara untuk mengatasi jebakan ini. Dia mendisiplin dirinya sendiri untuk tidak mengecek email atau voice mail dari hari Jumat sore sampai dengan Minggu malam. Buka strategi yang buruk. Saya sedang berusaha untuk melatih hal yang sama dan jika saya gagal, saya tidak memukuli diri saya sendiri, tapi secepat mungkin kembali ke jalur semula.


Menjadi sibuk berarti kita harus menyelesaikan lebih banyak dari yang lain: ini adalah masalah rasa tidak aman.
Beberapa orang mungkin menyebutnya sebagai simbol status. Apa yang membuat Anda merasa tidak aman? Mungkin itu dapat membantu Anda untuk jujur di sini, pada diri Anda sendiri. Saya baru saja berbicara dengan seorang pemimpin tim, yang sedang bergumul dengan jebakan ini. Saya menyarankan dia menggunakan pendekatan "naskah cerita", yaitu menulis cerita yang ingin mereka lihat tentang organisasinya atau dirinya sendiri 3-5 tahun ke depan, dan tidak boleh lebih dari 2 halaman. Saya sudah menerima beberapa feedback yang positif dari pendekatan ini. Hasilnya dia akan dapat menentukan prioritas-prioritas kunci yang harus mereka tangani. Dan selagi hal-hal yang lain terus berdatangan, semuanya akan diseleksi berdasarkan pola prioritas yang baru ini. Proses ini juga bekerja dengan baik untuk individu, dan juga dapat mengatasi jebakan-jebakan lain yang sudah saya sebutkan di atas. Coba saja!

"Berlari dengan cepat" menjadi cara pelarian, karena itu berarti kita tidak akan punya waktu untuk berfokus pada hal-hal yang menjadi akar atau penyebab rasa sakitnya.
Sebagai konselor dalam bidang pernikahan, saya melihat hal ini terjadi dalam kehidupan pasangan-pasangan yang datang dan berbagi dengan saya. Banyak pria mengakui kepada saya bahwa mereka terus-menerus menuangkan diri mereka ke dalam karir mereka untuk mengkompensasi keadaan disfungsional mereka dalam pernikahan mereka. Jika ini menyentuh titik yang membuat Anda merasa sakit, carilah bantuan. Jika Anda hanya membiarkannya saja, masalah itu akan menjadi semakin parah.

Kita hidup di masa depan. Sekali saya menyelesaikan semua ini, baru saya akan bisa memperlambat kecepatan...
Saya pernah hidup di masa depan. Pada awal-awal karir saya, saya sering sekali berpikir, "Kalau saya .... saya akan ....." Sekarang saya menyadari betapa salahnya pola pikir saya saat itu, karena saya tidak punya waktu untuk menikmati setiap musim kehidupan saya. Saya meminta Anda dengan serius mempertimbangkan di musim kehidupan apa Anda sedang berada sekarang. Tanyakanlah pada diri Anda 4 hal berikut ini:
• Bagaimana saya akan mendefinisikan musim kehidupan yang sedang saya jalani?
• Seperti apa kira-kira musim yang selanjutnya?
• Apa saja jebakan yang perlu saya hindari dalam musim ini?
• Apa yang bisa saya lakukan sekarang dalam rangka mempersiapkan diri untuk musim berikutnya?
Ingatlah bahwa keefektifan masa depan Anda dan kemampuan Anda untuk bertahan bergantung pada keputusan Anda saat ini.

Pasted from <http://www.jawaban.com/news/spiritual/detail.php?id_news=080911091814>



Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH
Read More

© Jafeto, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena