Destined To Be Great

Wednesday, October 15, 2008

BUKA DULU TOPENGMU "singkapkan yang tersembunyi"

MASALAH BUKANLAH MASALAH KITA YANG SESUNGGUHNYA, CARA KITA MENANGANI MASALAH, ITULAH MASALAH KITA YANG SESUNGGUHNYA..


Ada seorang yang datang kepada saya dan menceritakan masalah yang dialaminya. Dia mengalami ketakutan untuk menjalin sebuah hubungan dengan pria terlalu dekat, sebagai seorang wanita dia mengalami ketakutan untuk menjalin sebuah keintiman dengan pria. Dalam kasus ini dia adalah wanita yang normal bukan Lesbian. Sehingga setiap kali dia jatuh cinta dia mengalami kesulitan untuk masuk dalam hubungan yang lebih jauh. Akhirnya saya mulai mendengarkan ceritanya dan mengkonselingnya. Setelah hampir sejam akhirnya munculah penyebab sesungguhnya, dia mengalami trauma karena sewaktu kecil dia pernah – secara tidak sengaja – melihat papa dan mamanya berhubungan seks dan hal tersebut bagi anak kecil merupakan sebuah trauma, karena dia tidak mengerti apa yang terjadi. Ketika hal tersebut terkuak saya bisa melihat dia menangis menceritakan ketakutan yang dialaminya sejak masih kecil seolah-olah baru saja terjadi. Dia menangis begitu rupa. Hal tersebut ternyata adalah trauma masa kecilnya yang menjadi unfinished bussines yang terus menghantuinya dan menyebabkan dia kesulitan untuk menjalin hubungan dengan pria. Ketika setelah kami bekerja sama untuk memperbaiki masalah tersebut saya bisa melihat perubahan yang terjadi dalam dirinya, saya ajak dia berdoa agar Tuhan memulihkan traumanya. Beberapa bulan setelah konseling tersebut akhirnya saya melihat dia berani mulai menjalin hubungan dengan orang yang disayangi.

Ada seseorang lagi datang kepada saya dia berbicara betapa dia merasa tertekan dengan masa depannya. Dia memulai usaha dan dia melihat bahwa usahanya gagal dan merasa tiap kali dia melakukan sesuatu selalu mengalami kebuntuan. Dalam konseling yang berjalan dia merasa rasa tertekan yang sangat besar, dia merasa tidak berguna sebagai seorang laki-laki - setidaknya itu yang saya tangkap dari pembicaraan kami. Akhirnya saya mulai mengkonselingi dia. Ketika saya bertanya dia merasa gagal baru dalam usaha kali ini ataukah sudah pernah terjadi sebelumnya. Akhirnya dia bercerita tentang masa kecilnya yang selalu dibandingkan dengan kakaknya. Dia merasa rendah diri dan menjadi memandang rendah terhadap dirinya sendiri. Dan hal itu terus terbawa sampai dia menjadi dewasa. Kemudian saya memulai bekerja sama dengannya untuk menghadapi masa lalu dia. Dan God is good, setelah hampir satu jam akhirnya dia mulai bisa melihat bahwa dia tidak perlu lagi untuk merasa rendah diri, karena dia adalah pribadi yang berbeda sekarang, lebih dewasa, mandiri dan ada Tuhan bersama dengan dia. Setelah berdoa dan meminta Tuhan menyembuhkan traumanya akhirnya sesi kami selesai. Sekarang dia tengah memulai suatu usaha konveksi dan dari pembicaraan yang saya dengannya, saya melihat bahwa dia tampak lebih percaya diri untuk memulai usahanya ini.


Itulah yang seringkali terjadi dalam sesi konseling yang saya tangani. Apa yang dikeluhkan oleh orang-orang terhadap masalah yang mereka hadapi bukanlah THE REAL PROBLEM yang mereka punya. Pertanyaan kenapa?? Hal tersebut dikarenakan manusia memang manusia adalah makhluk yang rumit. Jika boleh digambarkan maka jiwa manusia itu seperti gunung Es. Gunung Es itu hanya sedikit yang muncul dipermukaan, tapi dibawah permukaan banyak sekali hal-hal yang tersimpan. Demikian juga manusia, sebetulnya kesadaran kita hanya sebagian kecil dari bagian hidup kita. Ada bagian-bagian yang dibawah sadar, yang harus diakui hal tersebut mempengaruhi sikap dan tingkah laku kita. Bagian di alam bawah sadar itu bisa jadi trauma-trauma yang kita alami sewaktu kita kecil, pengalaman hidup yang sangat pahit atau memalukan sehingga membuat kita menjadi tidak bisa maju bahkan mengalami ketakutan untuk melakukan sesuatu, yang terkadang kita bahkan tidak tahu apa penyebabnya.

Kenapa kita bisa jadi sensitif dengan situasi-situasi tertentu? Kenapa kita sering ingin bunuh diri? Kenapa kita bisa menjadi irasional ketika menghadapi kondisi tertentu? Bukan karena apa yang ada didepan mata kita, tetapi karena masalah yang kita hadapi memicu daerah-daerah dibawah alam sadar kita.

Jika anda membaca artikel ini, dan anda sedang mengalami masalah dengan kehidupan sehari-hari anda, anda mulai depresi atau ingin bunuh diri, coba alihkan pandangan mata anda dari masalah yang sedang anda hadapi mulailah menghadapi trauma-trauma atau masa lalu anda yang masih menjadi unfinished bussines dalam hidup anda. Selesaikan trauma tersebut dengan mengaku kepada Tuhan dan memohon pertolongannya agar ia menolong anda menyelesaikan trauma hidup anda dan datangi orang-orang yang bisa menolong anda untuk membantu melewati hal-hal berat tersebut.

2 comments:

Mr. D said...

jadi? buka topeng nih? hahaha

Yafet Daniel Kristian said...

Bukanna memang harus seperti itu Dave :D hehehehehe

© Jafeto, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena