Destined To Be Great

Monday, June 9, 2008

Indah Pada WaktuNya ^^

Indah Pada Waktunya - Delon feat. Irene



Pengkhotbah 3 : 1 - 11
3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
3:8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah?
3:10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Ini adalah topik yang kami bicarakan di gereja kemarin pada saat komsel. For sure komsel itu sesuatu yang luar biasa buat aku memberi dampak yang luar biasa juga buat aku :)
Thanks God punya komsel :) semakin membuatku luar biasa juga....
Yang kemaren paling memberkati aku dari komsel adalah sharing beberapa teman-teman yang secara usia sudah lebih dewasa dan memiliki pengalaman hidup yang luar biasa bersama dengan Tuhan :)
Ada satu bapak bercerita tentang kehidupannya dia seorang yang selalu menjadi yang terbaik dalam setiap hal dalam kehidupannya :) mulai dari dia sekolah selalu menjadi yang nomor satu, kemudian di usia 22 tahun dia sudah menjadi pemimpin di tempat kerjanya membawahi 100 orang - ketika dia cerita kek getu aku jadi ngerasa waaaaaahhhhhhh keren, aku kapan coba hehehehehe - dan kemudian dia memiliki semua yang diinginkan orang hidup kira-kira, yaitu harta, kekuasaan dan keluarga. Dia bercerita betapa dia menikmati semuanya itu dalam hidupnya. Sampai suatu kali dia mencoba menolong orang, tetapi justru hal tersebut menghancurkan hidupnya. Dia mengalami kebangkrutan.
Dia kemudian bercerita, dalam hidup ini kita tidak pernah tahu apa yang bakal terjadi, tetapi dalam kehidupan setiap orang memiliki keputusan untuk membuat respon bagi hidup mereka, terhadap hal-hal yang terjadi dalam hidupnya.
Dia bercerita dia memilih respon untuk ngerasa hancur, tetapi saat-saat kelam seperti itulah dia memilih untuk datang kepada Tuhan dan meminta Tuhan memulihkan keadaanya. Sekalipun dia kehilangan harta dan posisi tapi dia bercerita ketika dia sadar dia memiliki Tuhan itu memberikan kekuatan bagi dirinya untuk bisa berjuang dengan segenap kekuatannya untuk menghadapi hidupnya. Dia cerita dia kemudian minta dibaptis selam, mulai rajin berdoa dengan lututnya lagi...
Dia kemudian bercerita bahwa pengkhotbah ini intinya sebenarnya ada dibagian
Pengkhotbah 12:13 Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.12:14 Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.
Itulah kesimpulan seorang yang sangat berhikmat dan kaya luar biasa yaitu Salomo, karena dia punya kesempatan merasakan semua kenikmatan dunia dan akhirnya dia cuma bicara bahwa segala sesuatu adalah kesia-siaan pada akhirnya...
Dan aku jadi inget satu ayat firman Tuhan yang bilang "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Karena Tuhan itu adalah sumber dari segala sesuatu yang ada didunia ini.
Aku ngerasa terberkati sekali, aku diingatkan bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber dari segala sesuatu dari kehidupanku. Bagianku adalah bekerja dengan sebaik mungkin dalam pencarian akan value dari kehidupanku, tetapi biarlah semua itu akhirnya dikembalikan lagi bahwa pertolongan dan kekuatan dan berkat datangnya daripada Tuhan.
Tadi pagi diingatin satu firman seperti ini "I Pet 5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya."
Balik lagi ke bapak tersebut, dia memilihi respon yang baik dan benar sehingga kesulitan-kesulitan hidup tidak menghancurkan dirinya. Tetapi membuatnya menemukan sesuatu yang penting dalam kehidupannya yaitu Tuhan.
Tapi ini juga yang kudapati, masa-masa sulit dalam hidup kita bukanlah masa-masa yang menyenangkan, tetapi itu sungguh-sungguh masa yang baik bagi kita untuk melihat kembali diri kita, merenungkan semua hal-hal yang telah kita lalui, memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki, melakukan semuanya itu dengan segenap hati, karena jika kita bisa kita akan mendapati kita jauh lebih baik dari sebelumnya...
Thx God for every phase and moment yang boleh ada dalam hidupku, thats my pray right now :), how bout u????

4 comments:

David said...

Yup...smua ada waktunya, even ssuatu itu gak terlihat baik pd awalny mgkn mmg ada rencana Tuhan pada hal tersebut...waktu Tuhan bukan waktu qta, tapi waktu Tuhan adl yang terbaik buat qta!

Jafeto said...

itu yang kadang kala susah untuk dipahami...
Kembali ke bagian kita untuk percaya dan berserah
Tapi susaaaaah...Tapi pasti BISA!!!

^^

Henry Hongdoyo said...

kalau kamu baca baik2, kata2 "indah pada waktunya" di pengkhotbah bukan waktu Tuhan karena "Nya" bukan huruf besar yang menyatakan Tuhan. So, waktunya sapa donk... ? need ur time to read carefully the perikop... GBU bro...

Yafet Daniel Kristian said...

@ Henry Hongdoyo
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya

Sebenarnya harus dimulai dari situ bacanya.
Ia membuat segala sesuatu sesuatu indah pada waktunya.
siapa yang membuat indah pada waktunya??? Ya Ia ( Tuhan ).
Prase "pada waktunya" bukan waktu miliki siapa, "pada waktunya" == "pada moment yang tepat" atau "pada saatnya"
Its kind like telur jadi ayam menetas 21 hari --> menetas pada waktunya ^^

Hope help you... Thanks for read Bro

REgards
JAf

© Jafeto, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena