Destined To Be Great

Wednesday, December 9, 2009

Pasanglah Kacamata Kuda

animalfromwwwmetacafeco.jpg
Filipi 3 - (13) tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,(14) dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (15) Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

Filipi 3 - (13) Akan tetapi ada satu hal yang saya perbuat, yaitu saya melupakan apa yang ada di belakang saya dan berusaha keras mencapai apa yang ada di depan. (14) Itu sebabnya saya berlari terus menuju tujuan akhir untuk mendapatkan kemenangan, yaitu hidup di surga; untuk itulah Allah memanggil kita melalui Kristus Yesus. (15) Kita semua yang sudah dewasa secara rohani, haruslah bersikap begitu. Tetapi kalau di antaramu ada yang berpendapat lain, maka Allah akan menjelaskannya juga kepadamu.

Saya ingat ada sebuah peralatan transportasi yang sekarang sudah jarang ada apalagi apalagi di Kota Jakarta ini. Waktu kecil saya sering sekali melihatnya dikampung halaman saya. Bahkan kadang saya minta kepada mama untuk mengantarkan saya pulang atau sekedar jalan-jalan menggunakan alat transportasi itu kita mengenalnya dengan sebutan Andong kalo didaerah asal saya disebut dengan nama dokar.

Yang membuat saya dulu bertanya-tanya adalah mengapa kuda yang menarik andong, selalu dipasang semacam penutup mata. Dulu saya berpikir itu adalah sebuah aksesoris bagi kuda. Karena dibadannya dipasang berbagai macam peralatan.

Sekarang saya tahu, bahwa memang kuda yang bertugas menarik andong, memang sengaja diberikan penutup mata, kita mengenal dengan istilah kacamata kuda. Dan kacamata kuda itu berfungsi untuk membuat kuda fokus, melihat kedepan sehingga menjadi lebih mudah untuk dikendalikan kusirnya (*source). Tanpa kacamata kuda, kuda akan melihat kesana kemari dan menjadi lebih susah untuk dikendalikan.

Pernahkah kita berpikir mengapa perjalanan hidup kita ini sering kali menjadi tidak terarah, dan susah untuk dikendalikan, mungkin karena kita sering kali tidak menggunakan kacamata kuda dalam kehidupan kita.

Setidaknya itu yang saya sedang renungkan. Saya sangat ingat sekali bahwa Gembala Sidang saya selalu berkata fokuslah pada kegerakan itu yang membuat kita akan menjadi berhasil. Dan sesungguhnya itu tidak mudah.

Dalam suratnya kepada jemaat filipi, paulus menuliskan sesuatu yang bagus yang menarik perhatian saya, bagaimana sikap seorang yang sudah dewasa secara rohani, yaitu melupakan apa yang dibelakang, mengarahkan diri pada apa yang ada dihadapan kita, berlari kepada tujuan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH1Rnbpp2ew4nVKn3NZi2Ru0ChOxSHkTqSZoGKLfY3zxNhoZ1niVHUOTLzsmDFMP8lBC4t6iWzX3smyXrROrusStxYZTMk1dRplTljqL_WIxLh-Hwdto82pephawRwIOzK8fBilIMnG6z_/s320/good+habits+bad+habits.jpgTujuan adalah sesuatu yang penting bagi setiap kita. Dengan adanya tujuan kita akan memiliki hidup yang terarah, kita tahu bagaimana kita mau menempuh perjalanan jika kita memiliki tujuan yang jelas.

Kemampuan untuk melupakan apa yang ada dibelakang juga sesuatu yang penting. Banyak sesi-sesi konseling yang saya tangani, berasal dari ketidakmampuan kita berdamai dengan masa lalu, sehingga masa lalu menjadi trauma yang menghalangi langkah kita untuk maju. Tetapi ketika bisa berdamai dan let go dengan masa lalu, maka hal itu seperti melepaskan beban yang tidak perlu untuk dibawa saat kita hendak mencapai tujuan.

Saya sering mengatakan hal ini kepada orang yang saya konselingi "Masa lalu adalah masa lalu, dia tidak boleh mempengaruhi masa ini, dan mengacaukan masa depan"

Tetapi kemampuan untuk mengarahkan diri pada apa yang ada dihadapan kita, ternyata bukanlah sesuatu yang mudah. Dan inilah kunci penting bagi kita untuk mencapai tujuan yang kita kejar dalam kehidupan kita yang diarahkan oleh Tuhan.

Sering kali kita tergoda untuk melihat yang lain, yang menurut kita mungkin lebih baik dari pada apa yang menjadi tujuan awal kita, atau juga mungkin kita begitu capek dan akhirnya tidak tahan dan memilih ingin kembali pada masa lalu kita. Orang-orang seperti ini seperti kuda yang tidak dipasangi kacamata kuda, sehingga tidak fokus, melihat kesana kemari dan menyusahkan sang kusir untuk mengarahkan jalannya kereta.

Ada dua macam hal yang bisa mengacaukan fokus kita. Yang pertama berasal dari dalam diri kita. Namanya kekuatiran, ketakutan, kemarahan, kebencian dan emosi-emosi negatif lainnya yang ada dalam hidup kita. Orang yang tidak pernah mendisiplin dirinya untuk mengatasi emosi negatif dalam dirinya, menghentikan dirinya dan menghabiskan waktunya untuk hal yang tidak berguna.

Saya sering mengamati dalam diri saya, ataupun orang-orang disekeliling saya, banyak waktu yang sebenarnya bisa kita gunakan untuk melangkah maju terbuang sia-sia karena kita habiskan waktu kita dengan emosi-emosi yang negatif, membuat kita berhenti dan tidak bisa meneruskan perjalanan kita.

Saat kita marah-marah, waktu yang harusnya untuk menempuh perjalanan kita pakai untuk marah. Atau saat kita kuatir, kemudian kita down, waktu itu menjadi waktu yang terbuang yang akan memperlama kita mencapai tujuan.

Saya melatih diri saya untuk menjadi lebih positif, ketika saya kuatir dan takut saya mulai mengarahkan diri saya pada Janji-janji Tuhan dan belajar untuk mengembangkan kemampuan memotivasi diri sendiri.

Hal kedua yang bisa mengacaukan fokus kita mencapai tujuan adalah dari luar kita. Porsi terbesar dari pihak luar adalah pertikaian atau permusuhan yang kita alami. Atau mungkin juga orang-orang yang berusaha menjatuhkan kita.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmFGWF3LEKtTHAKUBuHXZ-dn9xSicG8n7AmAEvUk50cdv1uH2qDxKa2FaK2ymc5pS5KaF3Hea-yQEJaaMz2qpr9MM0xtakfD49ipYtq_BBaCouNb-R1QPC5luwu5hJiEJMgVsK6fyz5IY/s400/gaza2.jpgTapi untuk hal ini saya banyak belajar dari Abraham, saat dimana dia mungkin bisa marah dan bertengkar dengan Lot ketika gembala Lot bertengkar dengan gembalanya karena berebut lahan makanan, Abraham memilih untuk mengalah dan mengambil tempat yang lain.

Hal tersebut bukan karena Abraham tidak memiliki kekuatan untuk melawan Lot. Tapi Abraham sadar ditempat gersang sekalipun jika disertai Tuhan akan lebih membawa keberhasilan dibandingkan di tempat subur tanpa adanya Tuhan dan Abraham memiliki kemampuan untuk mengarahkan dirinya kepada sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri yaitu tujuan yang diberikan Tuhan kepadanya, sehingga dia bisa tidak memperdulikan pertikaian karena dia tahu kemana tujuan dirinya.

Bayangkan berapa banyak waktu yang harus dibuang oleh Abraham jika kemudian dia harus menghentikan langkahnya dan berhenti disuatu fase bernama peperangan? Tentu tidak akan sebentar.

Kemampuan untuk Percaya akan penyertaan dan pembelaan Tuhan, kemampuan untuk membangun dan memotivasi diri, dan kemampuan untuk fokus pada tujuan dan bukan pertikaian, itulah kacamata kuda yang harus kita kenakan.

Selamat menjalankan doa dan puasa 40 hari, sebagai orang-orang yang telah dewasa secara rohani mari kita melupakan apa yang telah di belakang kita dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan kita dan berlari-lari kepada tujuan.

God Bless U all.

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :


Read More

Friday, December 4, 2009

Tak Pernah Sia-Sia

1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

yesterday

Jam sudah menunjukkan jam 6 sore. Laporan masih belum selesai dan aku harus nyampe di gereja jam 18.30. Aku mulai panik.. Sore ini mesti ngurusin acara di gereja dan aku harus hadir lebih awal. Perasaanku sungguh-sungguh tidak nyaman. Kepikiran sekali dengan deadline yang harus kupenuhi.

Otakku berkata, ayo ini deadline km mesti selesein, kalo gak pas weekly meeting bisa disobek-sobek kamu (ya ya ya aku memang suka lebay imaginasinya hahahaha)...

Hatiku berkata "Kalo kamu gak kesana gimana dengan teman-teman yang lain, acara dan segala yang telah disiapkan"

Akhirnya setelah pertempuran hati dan otak berlangsung lama, dan aku merasa tidak bisa lagi bekerja, aku memutuskan untuk meninggalkan pekerjaanku dan pergi ke greja...

today

Dimulai dengan hujan turun, badan sakit semua, karena kemaren aku full bekerja dan kemudian komsel di gereja, memimpin acara juga... mbak mi sudah berbunyi itu tandanya waktunya aku harus segera bangun.

Ough.. rasanya malas sekali ke kantor.. Masih flu, badan sakit semua, ditambah deadline yang menumpuk. Sisi Irrelevantku sudah ingin lari dengan tidak masuk kantor saja. Tapi semalam aku membaca quote dari Joyce Meyer "Make a decision every morning to say, "God has given me today, I will rejoice and be glad in it!" - Psalm 118:2"

Aku duduk disofa depan kamar dan mengumpulkan kekuatan. Dan benar, ayat itu memberikan kekuatan buat hatiku. Aku mandi dan memaksakan diriku. Dan aku berangkat kekantor.

16.00 pm

Dah report terakhir selesai dikerjakan.. Tugasku selesai, ditambah lagi dua report yang lain dibantu sama temenku... Dan aku yang berpikir tadinya bakal pulang jam 8 malam.. selesai sudah.. Aku senyum-senyum di depan kompiku sendiri hahahahaha...

Sampai akhirnya teringat satu hal, Tuhan itu gak pernah berhutang sama kita anak-anaknya. Secara perhitungan kemaren aku sudah sangat yakin gak bakal bisa kelarin kerjaan minggu ini, tapi kerjaanku selesai. Pertolongan Tuhan itu nyata.

Simple tapi ini bukanlah pertama kalinya aku mengalami. Seorang mentorku pernah bicara seperti ini

"Jaf waktu yang kamu beri untuk melayani Tuhan itu diperhitungkan oleh Tuhan, saat kamu berikan dengan motivasi yang benar, maka Tuhan akan memberikan pertolongan dan kasih karunia untuk waktu-waktu yang kamu persembahkan itu, jangan pernah kuatir!!!"

Ya, aku sangat sering mengalaminya... Disaat kuliah setelah selesai jam kuliah yang kulakukan adalah melayani di persekutuan kampusku... Dan Tuhan tetap menjagai kuliahku dengan baik.

Masih ingat waktu mengerjakan Proyek Sistem Multimedia, seorang teman langsung menawarkan usahanya dan nilaiku dapat A.

Saat Kerja Praktek juga sama, seminggu sebelum presentasi dataku hilang, tapi aku juga bisa menyelesaikan program yang kubuat selama 2 bulan hanya dalam waktu seminggu dan berakhir dengan nilai A.

Saat aku mengerjakan skripsi, dosen pembimbingku dah bilang seperti ini

"Judul yang mau kamu ambil itu materi setara S2 kamu akan kesulitan"

Dan benar aku sampai tidak tahu bagaimana mengerjakannya. Saat hampir menyerah Tuhan menunjukkan kesetiaannya, entah dari mana ada seorang yang memberikan file skripsi dia untuk kupelajari, karena materi kami satu topik, meskipun bidang detailnya berbeda (sampai hari ini aku masih belum tau siapa dia, but I know he is the angel God send to help me). Akhirnya TAku selesai dan nilaiku A.

Disaat para lulusan sulit mencari kerja, aku sudah mendapatkan bekerja sebelum aku diwisuda. Sehingga aku cuti saat sebulan masih bekerja untuk wisuda.

Aku ingat sekali pernah bicara seperti ini kepada anak rohaniku.

"Jikalau Tuhan menyertaiku PSMku, maka dia juga akan menyertai KPku. Jika dia menyertai KPku maka Tuhan juga akan menyertai Skripsiku, dan jika Tuhan menyertaiku dalam kuliah demikian juga Ia akan melakukannya dalam pekerjaanku"

Dan hari ini aku mendapatkan bukti dari apa yang aku percaya dalam Tuhan. Bulan ini aku akan moving ke perusahaan baru dengan posisi lebih baik, gaji lebih baik, dan pekerjaan yang lebih baik, bahkan lebih dari yang kuharapkan.

Sepertinya Dia sedang menunjukkan betapa Dia sangat bisa diandalkan bagi yang percaya kepadaNya...

Saat melayani Tuhan, layanilah dengan yang terbaik dan lihatlah Tuhan yang tidak pernah terlambat itu akan memberikan anugerah persis seperti yang dirancangkannya bagi kita yang mengasihi Dia...

Dia tidak pernah terlambat, sadarkah bahwa dalam Tuhan Jerih payahmu tidak sia-sia???

Regards
Jafeto

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :


Read More

Wednesday, December 2, 2009

Mr. Thinking and Ms. Feeling...

Supernatural.jpg Supernatural image by alibeth25 BBMku berbunyi...

x : Jaf bisa gak kita ngobrol sebentar?? aku lagi sedih
jaf : bisa aja, emang knp..
x : ini tentang si "y"..
jaf : kenapa dia mau moving ya dan ( sensor )
x : loh kok bisa tau?? Emang kamu tau dari mana??
jaf : gak tau dah berapa hari ini punya feeling tentang hal itu aja. gak ada yang kasih tau, tapi liat beberapa tulisan di twitter hehehehe...

Dan terjadi lagi, intuisiku benar. Tebakkanku tepat apa yang kurasakan sedang dialami oleh orang itu. Dan ini bukanlah pertama kalinya aku mengalami hal itu. Sering kali ada hal-hal yang bisa kuketahui begitu saja tanpa aku mendapatkan informasi. Seperti mama sakit aku sering bisa rasakan walaupun kami terpisah ratusan kilo meter..

Semalam ada juga status di FB temen dia bertanya seperti ini...

"okay, last question. Feeling or Logic ?"

Lalu berlomba-lombalah komen datang di status tersebut dengan penjelasan masing-masing untuk menguatkan apa yang dianggap benar oleh mereka.

Para Logicist (logicist = pemakai logic **hahahaha) berargumen mestinya pake logika, karena logika membuat segala sesuatu nampak masuk akal, lebih bisa dipercaya karena hal-hal yang logis adalah hal-hal yang tampak nyata bisa didengar, disentuh atau dilihat.

Sedang para Feeler (feeler = pemakai feeling) berargumen bahwa seringkali ada hal-hal yang memang tidak bisa diputuskan berdasarkan rasio saja. Kadang mesti ikuti intuisi, hal-hal yang terbaik seringkali diluar rasio kita.

Jadi sebenarnya mana yang harus kita pilih?? Haruskah kita menjalani hidup kita selalu dengan feeling kita atau dengan logika kita??

Berdasarkan peneliatian Carl Jung tentang tipe kepribadian, dia berpendapat bahwa setiap orang memiliki physcological type. Dia percaya bahwa ada 2 fungsi dasar yang dimiliki setiap orang dalam hidupnya.

Yang pertama adalah bagaimana seseorang menerima informasi, atau memahami sesuatu. Ada dua cara orang menerima informasi / memahami sesuatu melalui panca indera dan intuisi

Yang kedua adalah bagaimana seorang membuat keputusan. Manusia membuat keputusan bisa berdasarkan objective logic atau subjective feeling.

Dalam menjalani kehidupan kita, manusia memakan keempat fungsi tersebut, yaitu panca indera dan intuisi untuk mendapatkan informasi atau memahami sesuatu, logic dan feeling untuk memutuskan sesuatu. Tetapi diantara masing-masing bagian ada yang lebih cenderung kita gunakan. Itulah yang disebut sebagai dominant function kita.

Jadi saat ada pertanyaan tentang logic atau feeling, sebenarnya tidak ada yang salah atau benar, karena itu adalah preferensi, sama seperti anda tidak bisa menyalahkan orang makan bakso karena anda lebih suka makan sate. Tetapi yang disarankan adalah menyeimbangkan bagian-bagian tersebut dalam diri kita sebagai bentuk pengembangan diri.

Sensing People harus belajar juga menggunakan intuisinya. Karena ada banyak hal-hal tertentu yang tidak bisa dilihat bahkan disentuh, mereka harus dirasakan dengan hati.

"The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched. They must be felt with the heart" Helen Keller

Sebaliknya orang yang kuat dengan Intuisinya harus belajar menggunakan fakta-fakta yang mereka tangkap dengan indera mereka sehingga mereka bisa belajar untuk memutuskan sesuatu dengan cepat dan efisien, sebagaimana layaknya orang thinking.

Jadi intinya adalah kita perlu tahu siapa diri kita apa kecenderungan kita (Sensing or Intuition, Thinking or Feeling), membuatnya menjadi lebih balance (walaupun tetap kecenderungan kita akan dominan) dan menggunakan semua aset dari dalam diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bertumbuh yang siap menghadapi hidup...

Salam
Jafeto

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :


Read More

© Jafeto, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena