Destined To Be Great

Tuesday, February 24, 2009

Ayam dan Rajawali - Kembali pada Fungsi yang sesungguhnya Part 1

Seekor burung rajawali mengerami sebuah telur. Karena dia lapar, maka dia meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Karena suatu hal, Telur rajawali itu jatuh dan ditemukan seekor ayam.

Induk ayam yang tengah mengerami telurnya, akhirnya memutuskan untuk mengerami telur tersebut. Dan akhirnya menetaslah anak rajawali di sarang ayam.

Si rajawali yang hidup di kawanan ayam, sejak kecil sudah tidak pernah mempertanyakan identitasnya. Dia lahir di lingkungan ayam. Induknya adalah ayam dan sudah pasti dia adalah ayam. Setiap hari dia tumbuh semakin besar dan hidupnya layaknya ayam lain. Dia mencari cacing, mematuk-matuk, mengais-ais sampah dan makanannya.

Tetapi walaupun dia hidup seperti ayam, tapi karena dia rajawali, maka semakin hari dia semakin berbeda dengan ayam-ayam sekelilingnya. Dia tumbuh semakin besar dan semakin besar, semua ayam tunduk padanya. Dia memimpin ayam-ayam tersebut...

Sampai suatu hari ada seekor burung besar melintas dan induknya segera memanggil semua ayam-ayam, termasuk dirinya untuk segera bersembunyi. Sang anak rajawali ini terpukau dan berpikir dalam hatinya
"alangkah luar biasanya aku kalau aku dilahirkan seperti burung tersebut..."

Rajawali yang kasihan...

Dalam postingan yang lalu "Cerita Laptop dan Nampan", saya menceritakan setiap kita memiliki panggilan yang luar biasa. Tetapi banyak orang melenceng dari panggilannya. Kita adalah laptop-laptop yang luar biasa tetapi karena ketidaktahuan tentang identitas diri kita, maka akhirnya dijadikan nampan oleh seorang petani. Sekalipun kita adalah nampan yang berguna, selama kita tidak pernah menjadi laptop maka kita adalah pribadi yang menyedihkan. Setiap investasi untuk membuat laptop seperti memori, hardisk, processor, dan lainnya menjadi tidak berguna.

Cerita yang sama dengan seekor rajawali yang menganggap dirinya ayam. Karena dia dilahirkan di kandang ayam, hidup dengan cara ayam, dilingkungan ayam-ayam...

Ada yang kemudian bertanya melalui Facebook..

Theresia Risa Davita wrote at 11:11am
sampuuunn ko~ nah mslhnaaa.... bgmn laptop itu sndiri tau dgn tujuan apa dia dibuat~ krn slama ini si laptop tu sdh tbiasa dgn penggunaan dirinya sbg nampan... umm, mungkin bkn sdh terbiasa, tp sdh dibiasakan utk dgunakan spt itu.... shg ga gampang ko utk laptop tau gmn ruz bsikap layaknya ia sbg laptop ...

Untuk Pertanyaan tersebut maka saya akan mencoba menjawabnya.

Dalam Metafora Gunung Es, Jiwa manusia jika digambarkan memiliki 5 aspek berikut :
1. Perasaan : Marah, Senang, Sedih dst
2. Persepsi : Cara pandang kita terhadap sesuatu
3. Pengharapan : Sesuatu yang spesifik seseorang inginkan terjadi dalam hidupnya.
Contohnya cita-cita : menjadi dokter, menjadi artis, tidak semua ingin, setiap orang berbeda-beda.
4. Dambaan : adalah sesuatu yang diperlukan oleh semua orang dan harus terpenuhi. Jika tidak akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi perkembangan jiwanya.
Contoh : Dihargai ( semua orang butuh ), Dicintai, dsb
5. Aku : bagian yang berkaitan dengan identitas diri, gambar diri, dan eksistensi diri seseorang.

Nah bagian yang harus dipulihkan pertama kali dalam diri kita adalah bagian jiwa yang bernama "AKU" dimana disitu terdapat Identitas dan Gambar Diri kita yang penting sekali untuk dipulihkan sehingga kita mendapatkan persepsi yang tepat tentang panggilan kita.

Robert Schuller memberikan definisi tentang gambar diri dengan berkata begini:
You are not what you think you are. You are not what other people think you are. You are what you think other people think you are.

artinya :

Kamu bukanlah apa yang kamu pikir tentang diri kamu. Kamu juga bukanlah apa yang orang lain pikir tentang diri kamu. Kamu adalah apa yang kamu pikir orang lain pikir tentang diri kamu.

Gambar diri adalah gambaran yang kita bentuk dan kita percayai tentang diri kita. Seperti Laptop yang tidak pernah tau dirinya laptop karena dirinya ditempatkan dirumah petani akhirnya dia melihat dirinya hanya sebagai sosok nampan yang tugasnya hanyalah menjadi alat untuk meletakan minuman untuk disajikan untuk para tamu.
Atau seperti Rajawali, yang dibesarkan dilingkungan ayam, hidup dengan cara ayam dan bergaul dengan ayam-ayam. Maka dia tidak pernah mempertanyakan identitasnya. Dia adalah ayam, gambaran dirinya yang sebenarnya tidak pernah muncul karena dia mempercayai dia ayam.

Dalam pengalaman saya mengkonselingi orang-orang dan mendampingi orang-orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri, mayoritas dari mereka bukanlah orang-orang yang tidak berbakat dan tidak memiliki suatu potensi dalam diri mereka. Mereka adalah orang-orang yang mempercayai bahwa diri mereka adalah orang yang tidak bisa melakukan apapun. Atau merasa bahwa mereka selalu dibawah orang lain. Mereka sangat terlatih untuk melihat apa yang buruk dalam diri mereka tetapi susah sekali untuk melihat yang baik dalam diri mereka.
GAMBAR DIRI KITA PERLU DIPULIHKAN jika kita ingin MENEMUKAN POTENSI DAN PANGGILAN YANG TELAH TUHAN BERIKAN DALAM HIDUP KITA. Itu adalah pintu awalnya.

Bagaimana caranya :
1. PEMULIHAN HUBUNGAN DENGAN BAPA KITA
Cerita rajawali berlanjut. Setelah melihat burung besar tersebut, semakin hari dia merasa ada sesuatu yang dia rasa lebih besar dari pada yang ada pada hidupnya saat ini. Walaupun dia sudah menjadi ayam paling besar, paling berkuasa. Tapi dia tetap merasa ada yang salah dengan dirinya. Dia melihat sayapnya yang begitu besar tidak seperti ayam lain yang selalu membuatnya susah untuk berjalan.

Akhirnya rajawali ini memutuskan untuk bertemu burung Besar tersebut, yang ternyata adalah induk yang kehilangan dirinya sewaktu dia masih menjadi telur. Dan akhirnya mereka bersatu kembali.

Dengan induk yang sesungguhnya maka ia dididik untuk menjadi rajawali, tidak lagi berjalan tetapi terbang. Tidak mengais-ais tempat yang kotor, tetapi menjadi pemangsa yang ditakuti. Tidak lagi lari kalau ada badai justru menjadikan badai adalah sahabatnya...

Roma 3:23 berkata Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Itulah yang membuat kita terhilang dari Bapa kita. Tidak ada jalan lain untuk menemukan panggilah kita kecuali kembali kepada siapa yang telah menciptakan kita, YAITU BAPA. Dia yang akan menyatakan panggilan kita, ALASAN KITA DICIPTAKANNYA DIMUKA BUMI INI. Karena dia tahu siapa kita ini. Yang tahu benar fungsi sebuah laptop bukanlah laptop itu sendiri, tetapi pencipta laptop tersebut. Jika ingin jadi Laptop yang maksimal maka kita harus bertemu pencipta kita yang ahli memakai kita untuk melakukan hal-hal yang hebat.

Daud bahkan berkata dalam Maz 139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Karena Tuhanlah yang sudah melihat dia sebagai RAJA bahkan ketika dia masih menjadi gembala 2, 3 ekor kambing domba. Bahkan ketika ayahnya Isai melupakannya, dia mengutus Samuel untuk mengurapi Daud menjadi Raja saat dia masih menjadi gembala. TUHANLAH YANG MELIHAT SOSOK RAJA JAUH SEBELUM DAUD DAN ORANG DISEKITARNYA MENYADARI BAHWA DIA ADALAH RAJA.

PEMULIHAN GAMBAR DIRI KITA, IDENTITAS KITA HARUS DIAWALI DENGAN PEMULIHAN HUBUNGAN KITA TERHADAP PENCIPTA, SEHINGGA KITA KEMBALI DALAM TUJUAN PENCIPTAAN YANG SESUNGGUHNYA.

Bersambung...




Komentar dan masukkan anda sangat saya harapkan. Leave comment please for my post.. Thx a lot

Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :



TRANSLATE TO ENGLISH

0 comments:

© Jafeto, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena